CERPEN "Day Dream"
Hari itu aku bermimpi......
"Youngjae.... sini.... aku memasakkan makanan kesukaanmu, ini
sushi.. kau pasti suka!"
"wah.. kelihatannya enak sekali Seung! aku akan mencobanya
saat ini juga!"
Mereka duduk didepan teras rumah Seung..
Seung sangat senang pagi itu. Youngjae menikmati makanan itu
sambil membuat Seung gelisah "Seung.. makanan ini.... hmmmm... sungguh...
sangat enak! apaboleh suatu saat nanati kau akan membuatkannya lagi
untukku?" Youngjae bertanya dengan memohon.
Oh tentu saja, demi kau apapun akan kulakukan Youngjae.. karna kau
tetap menjadi segalanya untukku" jawab Seung.
"Seung, kau adalah wanita terbaik untukku, aku sangat
mencintaimu, terimakasih Seung.." Youngjae menatap mata Seung dengan
lembut, berharap ia tau betapa besar cintanya kepada Seung.
Dua jam kemudian Youngjae meninggalkan Seung untuk pulang
kerumahnya. Youngjae telah menyiapkan kue spesial untuk Seung yang besok akan
berulang tahun.
Youngjae sangat senang menyiapkan itu semua, ia terlalu semangat
untuk membuat kue.
kue itu sangat indah beserta hiasan-hiasan cantik yang
mengelilingi kue tersebut. diatas kue itu tertulis "Happy Birthday My
Love, I Love You..."
Akhirnya kue itupun telah jadi, "hmmm.. bagus sekali,
kelihatannya enak.. untuk Seung?" ibu Youngjae bertanya.
"iya ibu.. ini untuk Seung" Youngjae segera menjawab.
Youngjae langsung menaruh kue itu ke dalam kulkas. ia tak sabar ingin
memberikannya pada Seung.
###
Pada jam 12 malam......
"Happy birthday to you.. happy birthday.. my love.."
Youngjae menyanyikannya ketika Seung masih tertidur lelap. hingga akhirnya
Seung membuka matanya dan terkejut melihat Youngjae berdiri didekat tempat
tidur Seung, dan Seung sangat senang.
"terimakasih Youngjae, ternyata kau masih ingat saja dengan
hari ulang tahunku" ucap Seung dengan senang.
"apa kau ingat hari ini kau telah bertambah umur Seung?
umurmu sekarang 19 tahun" Youngjae tertawa lebar.
"tentu saja aku ingat" Seung senang karena Youngjae
masih ingat dengan hari ulang tahunnya.
"Happy birthday my love.. coba kau tiup lilinnya dan jangan
lupa mengucapkan harapanmu" Seung meniup lilinnya dan tersenyum sambil
memeluk Youngjae.
"kau tau? tadi aku meminta kepada Tuhan agar kita bersama
sampai maut memisahkan kita" ucap Seung.
Ditengah-tengah itu, Youngjae terdiam sejenak..... dan.....
mencubit pipi Seung...
"Seung.. kau lucu sekali jika melirikku seperti itu"
Youngjae tertawa terbahak-bahak.
Seung tidak memikirkan hal itu dan ia memeluk Youngjae erat
sekali. "Youngjae, aku senang sekali kau berada disisiku.. kau pria yang
sangat kucintai, aku tenang jika berada dalam pelukanmu" Seung meneteskan
air matanya dan tersenyum senang. Youngjae juga sangat senang berada didekat
Seung, ia tidak akan melepaskan Seung, Youngjae akan selalu menjaga Seung untuk
selamanya. Baginya, Seung adalah bidadari yang dikirim Tuhan untuknya.
###
Keesokan harinya....
semua orang yang berada disekitar taman tersenyum melihat Youngjae
yang pagi itu sangat senang dan bernyanyi untuk Seung dengan memainkan
gitarnya.. Youngjae menyanyikan lagu 2am yg berjudul "Even if I die, I
can't let you go".
Seung tersenyum gembira melihat wajah Youngjae yang tersenyum lebar,
semua orang disekitar taman itu tertegun melihat Youngjae yang sedang bernyanyi
sampai-sampai ikut mendengarkan sambil mengelilingi Youngjae yang sedang
bernyanyi, Seung berada disamping Youngjae sambil menaruh dagunya pada pundak
Youngjae.
"Youngjae, apakah kau lihat? semua orang senang mendengarkan
kau bernyanyi.. sepertinya kau berbakat jadi penyanyi" Seung tertawa.
"Hahaha.. sepertinya benar begitu Seung, tapi lagu ini khusus
aku nyanyikan untukmu. apakah kau senang?"
tanya Youngjae.
"Sangat senang Youngjae..." Seung tersenyum.
Setelah selesai bernyanyi, Youngjae mengajak Seung mengelilingi
taman tersebut. Youngjae membuatkan mahkota indah untuk Seung dan
memakaikannya.
Youngjae dan Seung berjalan sambil tertawa bersama, hubungan
mereka seperti dua orang sejoli yang tidak dapat dipisahkan.
Tiba-tiba hujan turun membasahi mereka berdua, Youngjae memberikan
jaketnya kepada Seung dan membawanya untuk segera pulang.
Pada akhirnya Seung tertidur lelap dikamarnya..
Youngjae yang sejak tadi sudah pulang setelah mengantarkan Seung,
masih saja teringat. ia rindu sekali ingin bertemu dengan Seung lagi. Tapi
apaboleh buat hari sudah berlarut malam, ia menatap bintang-bintang dilangit
pada malam itu sambil memejamkan matanya berharap ia akan selalu bersama dengan
Seung.
###
Keesokan paginya, Youngjae segera bergegas menuju rumah Seung. ia
ingin mengajak Seung ke sebuah pantai yang sangat indah.
"Seung! ayo kita pergi.. aku ingin mengajakmu ke tempat yang
akan kau suka.. kau pasti suka! tempat itu sangat indah!" Youngjae
menjelaskan.
Mereka segera masuk ke dalam mobil Youngjae dan segera menyalakan
mesinnya untuk berangkat. Sesaat diperjalanan Youngjae menoleh ke arah Seung
dan menatap Seung dengan lembut, Youngjae sangat senang berada didekat Seung.
Tapi.... Youngjae masih tetap saja menatap Seung, sehingga ia
tidak melihat ada sebuah mobil yang berhenti didepannya. Youngjae menghentikan
mobilnya pada kecepatan yang sangat tinggi.
tetapi.... BRAKKKKKK...... Youngjae tidak bisa menghentikan
mobilnya.
Sehingga Youngjae harus pergi meninggalkan Seung yang saat itu
masih bisa diselamatkan.. Seung menangis...
###
(Dan tiba-tiba aku terbangun..)
"Seung bangun... ini sudah pagi. cepatlah pergi ke rumah
Youngjae, segeralah mengunjungi pemakamannya!" perintah ibu Seung.
"Apa bu? pemakaman Youngjae? ada apa dengan Youngjae bu? ada apa?
tolong jawab Seung bu!" tanya Seung penasaran dan meneteskan airmatanya.
"Youngjae telah meninggal tadi malam, kamu dan Youngjae
kecelakaan, tapi untung saja kau selamat Seung. kau harus bersyukur!" ibu
menjelaskan.
Segeralah Seung mengunjungi pemakaman Youngjae....
"YOUNGJAE.....!!!!! kau tega meninggalkanku" teriak
Seung dengan menangis.
Sampai sekarang ia tak percaya Youngjae telah pergi dan kemarin
malam mimpi itu adalah kenangannya bersama Youngjae sebelum mereka berdua
kecelakaan. Seung memandangi fotonya bersama Youngjae..
Hingga suatu saat Seung membuat lagu “Thankyou for the
memories"
-TAMAT-
Komentar